Home > Kunjungan Museum > Lihatlah T-Rex di Museum Geologi Bandung

Lihatlah T-Rex di Museum Geologi Bandung

Saat Anda punya kesempatan berwisata ke Bandung di hari Sabtu, beserta keluarga. Jangan lewatkan kesempatan berkunjung ke Museum Geologi – yang terletak di bilangan Jalan Diponegoro, lokasinya amat dekat dengan Gedung Sate, Lapangan Gazeebo, Cilaki maupun pusat Factory Outlet jalan Riau. Ya.. sembari menambah ilmu pengetahuan untuk Anda dan keluarga Anda.

Suatu waktu kebetulan kami sekeluarga mendapatkan undangan pesta pernikahan yang bertempat di Museum Geologi – Jalan Diponegoro, Bandung – Sabtu, awal November 2010.  Kebetulan yang menikah adalah bawahan dari istri yang bekerja di salah satu Bank Syariah.

Seperti biasanya, acara pesta dimulai sekitar jam 11 siang, kebetulan kami berangkat agak terlambat dari rumah mertua di jalan Tamim, dan kebetulan saat kami sampai di tempat, hujanpun turun. Serta merta terlintas ide, wah .. di dekat gedung ini kan ada Museum Geologi, katanya punya banyak koleksi benda-benda purbakala maupun benda tambang yang berkaitan dengan kegiatan Geologi.

Koleksi Rangka Dinosaurus Museum Geologi

Langsung lah kami menuju gedung Museum Geologi – gedung berornamen Belanda  – yg menurut sejarah , dibangung sejak 1928 , saat pemerintahan Belanda berkuasa di tanah Bandung. Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Dari sini dapat diperoleh berbagai informasi yang berhubungan dengan masalah kegeologian. Di antara benda-benda yang menjadi koleksinya adalah fosil tengkorak manusia pertama di dunia , fosil-fosil kerangka binatang pra-sejarah, batu bintang seberat 156 kg yang jatuh pada 30 Maret 1884 di Jatipelangon, Madiun. Sebagai sebuah monumen bersejarah, museum ini dianggap sebagai peninggalan nasional dan berada di bawah perlindungan pemerintah. Museum ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850.

Museum geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah Indonesia lalu berkembang lagi bukan saja sebagai sarana penelitian namun berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian dan objek pariwisata.
Pergeseran fungsi museum seirama dengan kemajuan teknologi adalah menjadikan museum geologi sebagai:

  • Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha pelestariannya.
  • Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana Museum Geologi sebagai pusat informasi ilmu kebumian yang menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan peraga.
  • Objek geowisata yang menarik.

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II.

Seperti Gedung-gedung khas Belanda lainnya, Gedung ini amat sejuk berkat sistem sirkulasi warisan Belanda dengan bentuk langit-langit yang tinggi, sehingga tidak menyebabkan ruangan jadi pengap. Enaknya masuk gedung ini gratis loh, kebetulan kami masuk agak siang sekitar jam 12, rupanya di hari pengunjung didominasi oleh siswa sekolah SD yang mengadakan kunjungan museum.

Dinosaurus

Memasuki sayap kiri gedung, kami langsung mendapatkan informasi mengenai beberapa benda geologi seperti batu-batuan, penjelasan tentang meteor, Benda-benda disekitar manusia seperti pegunungan , bahan galian, tambang, dan masih banyak jenis lainnya. Zalfa dan Aisyah  pun begitu antusias untuk mengeksplorasi benda-benda yang baru dilihatnya. Kamipun juga jadi kembali mencoba mendalami penjelasan yang ada di sekitar benda museum tsb.

Pose Depan Gambar Tata Surya

Satu hal yang menarik perhatian kami, disini terdapat beberapa Forsil binatang purba yang disusun seperti bentuk aslinya,, contohnya Dinosaurus – seperti T-rex maupun Gajah purbakala – kebetulan kami juga lupa namanya, habis dulu gak suka menghapal nama-nama aneh yang susah diucap lidah sih.. heheh.. Tak lupa kami sempatkan untuk mengambil pose bersama fosil-fosil purbakala tersebut .. cheese..

Antusias Lihat Peta Indonesia

Dari kunjungan yang singkat itu kami mendapatkan gambaran tentang struktur batuan bumi, fenomena alam tentang terjadinya atol, danau, gunung berapi, fosil purbakala dan banyak hal lainnya yang menambah wawasan kami tentang hal-hal disekitar kita.

Kunjungan itu terasa amat singkat, karena pada pukul 13.00 – museum itu sudah harus tutup, dan kami belum sepenuhnya menjelajah ruang museum Geologi. Hmm… pengalaman yang cukup menyenangkan, lain waktu kami akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkunjung disana.

This slideshow requires JavaScript.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: